Sekapur Sirih

SELAMAT DATANG

Terima kasih atas kunjungan Anda


Blog ini merupakan media bagi saya untuk menampilkan beberapa karya-karya ilmiah dan sastra yang saya hasilkan. Mudah-mudahan dapat dinikmati oleh siapa saja. Di sebelah kiri tulisan ini ada beberapa judul yang bisa Anda akses langsung. Kepada pengunjung dengan segala hormat saya mohon untuk memberi komentar agar saya dapat terus berkarya. Masukan dan kritikan Anda sangat berarti bagi saya. Terima kasih.

Hormat Saya

Bahren Nurdin


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

CERPEN TERBARU

Tak Layu Berganti Musim

Tersenyum bahagia diiringi bulir-bulir bening turun merayap dari kedua matanya. Hujan di musim kemarau. Itulah yang terjadi karena ia tidak mampu menerjemahkan rasa yang bergemuruh di dadanya…selanjutnya

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

ESSAY  TERBARU (dimuat hari ini)


Problem dan Tantangan Fakultas Adab

IAIN STS Jambi

Setelah beberapa bulan lalu ketok palu sidang senat Fakultas Adab memilih Dr. Subhan, M.Ag sebagai Dekan ke-2 fakultas termuda di IAIN STS Jambi tersebut, pada tanggal 23 Desember 2009 lalu Rektor kembali melantik beberapa pejabat eselon dan tiga orang diantarnya adalah pembantu dekan Fakultas Adab. Dengan dilantiknya tiga pembantu dekan tersebut artinya mulai hari itu fakultas ini sudah siap kembangkan layar untuk melanjutkan pelayaran para nahoda dan awak kapal periode yang lalu. Disadari atau tidak di tangan merekalah kapal Fakultas Adab ini ditentukan. Ke mana dia akan berhala, dimana ia akan berlabuh, karam dan berdiri tegaknya layer sepenuhnya tergantung pada mereka yang tentunya juga dibantu oleh warga kapal itu sendiri. Namun warga kapal tentu tidak bisa berbuat banyak karena segala kebijakan dan keputusan ada pada pembesar-pembesar ini.

Dari nama-nama yang terpilih untuk berada di barisan depan Fakultas ini tidak ada yang perlu diragukan kualifikasi mereka secara kasat mata. Nama-nama yang naik ke panggung adalah nama-nama yang memiliki reputasi dibidang keilmuannya masing-masing. Maka dari itu, kata yang pantas untuk menyembut mereka adalah satu prase “selamat bekerja”. Kerja yang tentunya tidak ringan karena segenap ‘pekerjaan rumah’ dan tantangan peradaban globalisasi siap menghadang. Melalu tulisan ini mari kita liahat, bagaimana masa depan Fakultas Adab ke depan?

Pembenahan Administasi dan Birokrasi

Salah satu tugas berat Dekan dan para pembantunya saat ini adalah mengurus akreditasi jurusan yang ada. Jika saya tidak salah hampir semua jurusan yang ada di Fakultas Adab belum terakreditasi. Jurusan-jurusan yang ada baru sekedar mengantongi surat izin baik dari Depag maupun Diknas. Ini tidak bisa dianggap enteng karena jika dalam beberapa tahun ini jurusan-jurusan tersebut juga belum memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), maka dipastikan akan terlalu banyak yang harus dikorbankan, dari mahasiswa hingga fakultas sendiri. Bisa-bisa jurusan tersebut di tutup. Tentu jangan sampai ini yang terjadi. Lagi-lagi ini adalah tugas berat dan mendesak

Selain itu, di bidang akademis seperti penyusunan kurikulum dan matakuliah di setiap jurusan juga masih sangat memerlukan tenaga dan pemikiran. Ambil saja contohnya apa yang ada di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Menurut pengamatan saya penyusunan matakuliah untuk jurusan ini masih perlu pembenahan, kalau tidak boleh saya katakan kacau balau. Penentuan kode mata kuliah belum berjalan. Penetapan mata kulih pilihan dan mata kuliah wajib masih celang-belengkang. Mata kuliah prasyarat belum ditetapkan, dan sebagainya.  Dan diyakini juga terjadi pada jurusan-jurusan lain yaitu jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Sejarah Peradaban Islam, dan Ilmu Perpustakaan. Jika ini tidak dibenahi dengan cepat maka lulusan yang dihasilkan tidak akan mencapai kualitas yang diharapkan. Karena pada dasarnya mata kuliah-mata kuliah inilah yang berfungsi sebagai alat untuk membentuk mahasiswa fakultas ini sehingga pada saatnya nanti mereka keluar dengan kualifiksi-kualifikasi yang ditargetkan. Tetapi jika mesin pengolahnya ini rusak maka diyakini hasil yang diproduksi pun akan rusak, alias tidak berkualitas.

selanjutnya, pembenahan administrasi mahasiswa dan dosen juga menjadi persoalan tersendiri yang tidak kalah pentingnya. Sistem pengarsipan dan filing masih sangat tidak teratur. Coba sekali-kali diperlukan data nilai mahasiswa tiga tahun silam, apa masih bisa ditemukan? Jangankan tiga tahun silam, sering kali data nilai, kartu rencana studi (KRS), dan kartu hasil studi (KHS) semester yang lalu kadang-kadang susah untuk ditemukan. Para staf yang bertanggung jawab untuk mengatasi hal-hal seperti ini terkadang tidak menganggap ini penting ditambah dengan keterbatasan infrastruktur seperti perangkat komputer yang tidak  terjaga dan terpelihara. Seringkali komputer yang ada hanya menjadi sarang virus sehingga tidak bisa diakses sebagaimana mestinya.

Begitu juga dengan administrasi dosen. Selama ini yang terjadi adalah dosen mengajar sesuai dengan ’keinginan’ masing-masing. Artinya, dosen hanya diberi surat keputusan pengampu matakuliah tertentu pada awal semeseter dan selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada dosen bersangkutan untuk meng-handle mata kuliah tersebut tanpa ada kontrol dari pihak fakultas maupun istitut. Dosen belum terbiasa membuat rencana pengajaran bahkan ada pula yang tidak mengacu pada kurikulum yang ada (karena kurikulmnya sendiri tidak up to date). Perangkat dan media pengajaran tidak pernah menjadi perhatian. Belum pernah terjadi sebuh kelas yang disiapkan untk proses belajar mengajar. Yang terjadi adalah dosen harus menyiapkan segala peralatan mengajar sendiri dari board marker, penghapus papan tulis hingga laptop dan LCD. Dengan kondisi seperti ini, dosen cenderung memakai metode ’diktator’ (jual diktat tuk kredit motor). Menggunakan diktat ’jadul’ dari tahun ke tahun.

Kesimpulannya, pembenahan administrasi dan birokrasi di kampus ini menjadi hal yang mendesak dan titik tolak pijakan pertama para pemimpin baru ini memulai kerjanya. Jika pembenahan ini diabaikan maka sudah dapat dipastikan hal-hal lain juga terabaikan. Kelancaran dan kenyamanan semua pihak di dalam kampus ini tidak dapat dipungkiri bergantung pada hal-hal teknis di atas. Para pembantu dekan yang baru semestinyalah mengambil ’kue’ bagian mereka masing-masing. Dari pembenahan kurikulum dan tetek bengek akademis lainnya oleh pembantu dekan satu, administrasi dan keuangan oleh pembantu dekan dua, sampai pada urusan kegiatan-kegiatan mahasiswa oleh pembantu dekan tiga. Ada harapan besar yang di letakkan pada pundak mereka ini semua untuk membangun fakultas ini lebih-lebih dalam menghadapi tantangan ke depan.

Facing the Future

Siapa saja yang hidup saat ini harus siap-siap menghadapi kehidupan global yang semakin hari semakin  dekat dirasakan. Peradaban global (dan kapitalisme) yang siap menelan korban bagi siapa saja yang tidak siap mengikuti dan menhadapinya. Ritme kehidupan manusia yang semakin menggila. Kamajuan teknologi yang didewakan oleh Barat merajalela merambah dan memah peradaban Islam. Nilai-nilai keislaman dan budaya-duaya ketimuran, juga kearifan-kearifan adat-isti-adat setiap detik digerogoti. Orang-orang yang lengah pasti kalah. Orang-orang yang alfa pasti jadi mangsa. Orang-orang yang tidak siap berkompetisi akan mati. Begitulah sedikit gambaran peradaban yang akan dihadapi tersebut.

Untuk mengahdapi peradaban seperti ini, seyogyanyalah fakultas ini tampil sebagai lembaga pendidikan yang memberi solusi. Sebenarnya dengan empat jurusan yang ada saat ini, Fakultas Adab sudah merupakan pilihan tepat bagi masyarakat untuk dijadikan tempat menempa diri dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi zaman global tersebut. Sebut saja jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) misalnya akan mampu melahirkan sarjana yang mupuni di bidang Bahasa Inggris sekaligus dengan sastra yang di dalamnya syarat dengan pemahaman-pemahaman kesusastraan dan kebudayaan. Dengan keilmuan ini diharapkan para sarjananya akan mampu bermain di kancah internasional. Begitu juga jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Sejarah Peradaban Islam (SKI), dan Ilmu Perpustakaan (IPt).

Namun demikian, jurusan-jursan ini hanyalah alat. Ibarat sebuah mobil canggih jika ia tidak dioperasikan dengan baik maka ia tidak akan mendatangkan manfaat apa pun. Karena ianya hanyalah sebuah alat. Yang jauh lebih penting dari alat itu adalah siapa yang menggunakan alat tersebut. Maksud saya, jurusan-jurusan yang hebat ini tidak akan berarti apa-apa jika orang-orang yang terlibat pada pengoprasiannya tidak berkeinginan besar untuk membuatnya hebat. Maka dari itu, para pembesar fakultas yang baru dilantik inilah yang akan menetukan masa depan fakultas ini. Apakah fakultas ini benar-benar menjadi institusi yang mampu memberi solusi bagi masyarakat untuk menghadapi zaman global mendatang  atau hanya hebat sebatas nama namun kosong secara kualitas?

Jawaban dari pertanyaan ini tentunya tidak kita butuhkan sekarang namun akan kita saksikan paling tidak empat tahun mendatang. Apa pun hasilnya nanti bergantung pada apa yang dilakukan hari ini dan hari-hari selama empat tahun berlangsung. Ada harapan semoga pemimpin-pemimpin yang baru ini akan membawa perubahan dan perbaikan. Bukankah mereka semua juga telah memahamimi bahwa hanya orang-orang yang dalam kerugianlah yang masih berada pada posisi yang sama antara hari ini dengan hari kemaren. Mulai hari ini, fakultas ini harus lebih baik dari hari-hari sebelumnya, agar tidak rugi. Semoga.

33 Tanggapan

  1. hai bahren…akhirnya…tersambung juga lewat blog :)

    >>>>Hai juga Nik, Terima kasih ya udah berkunjung ke blog ku. Sukses juga buat karirnya. Tapi jangan makan koran lho…hehee…>>>>

  2. Mantap banget Blog-nya

    Luar biasa…..

    Selamat dan sukses yah..

    >>>>>Terima Kasih Bang Jay. Sukses juga buat Bang Jay…>>>>>

  3. Assalamualaikum……..
    Mantap dindo…..
    tapi mana tulisan yang baru……..
    selamat yah…………

    >>>>>Waalaikumsalam Kando. Terma kasih atas kunjungannyo dan mohon doa mudah-mudahan blog ini bermanfaat bagi diri sayo sendiri dan orang lain, amin…>>>>>

  4. blog yang bagus, terima kasih telah mengunjungi blog saya, dan ini kunjungan balasan dari saya.
    oh ya, belum di link ya blog saya….
    kelihatannya belum ada tuh…. :)

    …>>>OK Bro. terima kasih atas kunjungannya. Entar saya link ya…..>>>>>

  5. no engl version ? ;(

  6. pertamaxxx !!! kunjungi open house dan launcing adobejambi.com muahahah

  7. Salam kenal…
    Wah langsung rame… Hebat…!!!
    Punya saya aja yg disini butuh tiga bulan baru di kunjungi orang… Maklum dulu masih oon… :mrgreen:

  8. assalamu’alaikum….

    pak, puisi-puisinya bagus-bagus semua, jadi sedikit minder neh ama antologi saya, apalagi nanti kalau terbit dalam bentuk antologi bersama. hehehe
    blognya juga bagus. saya di http://nihayatuzzin.multiply.com.

    di tnggu ya pak infonya..

    wassalam.

  9. asssalamu’alaikum wr.wb. pak kabar bang…… sayo adi anak fak. adab kawanya adik abang ida waktu di mal labor,,, btw kapan kito mantapkan cita-cita kito untuk tebo tu…..??

    ===>>>Salam Kenal Di, Kabar abang baiklah. Kita susun dulu kekuatan sebelum bertempur. kita siapkan segala amunisi untuk perang. Jangan sampai nanti kito maju perang tapi perlengkapan dak cukup. akan ada saatnya, insya Allah. …….<<<<====

  10. hehehehehe….. foto2,spanduk2, panji2,bendera2 ,slogan2
    akhirnya semuanya menjadi sampah jalanan. polusi pandangan dan menjemukan dan memuakan.
    adakah kampanye yang menyejukan hati dan pikiran
    masuk akal dan tertib?
    kampanye kita masihlah kekanak kanakan,dan boros anggaran, dan nantinya rakyat juga yang harus menanggung rugi di kemudian hari
    kebanyakan rakyat hanya menonton dan menunggu hari kerugian yang cepat atau lambat datang

  11. Ok bro, dah saya tambah tuh linknya.
    keep writing….. ;)

  12. Terus berkarya bang bahren, salam kenal, kagek sayo link balik..

  13. numpang lewat Bg Bahren :D

  14. Narsis nich Bahren, buka laptop disuruh langsung kasih komen…gutlak dech buat Bahren..terus maju dengan blog Jambi-nya…

  15. numpang lewat bro, dah lama dak mampir ;)

  16. Hi Mas Bahren, salam kenal balik dari Hanung Triyoko. Mudahan-mudahan kegiatan kita bersastra bisa terus terpupuk lewat blog ini. Kalau mau tengok kegiatanku yang lain klik di http://www.hanungina.multiply.com

  17. saya pikir judul buku anda sanagt bertentangan dengan nilai suatu hak azazi manusia dan kecenderungan kritikan anda membuat buku anda sam hal nya dengan buku gosip yang dikumpukan menjadi satu.

  18. salute. So when you will send us your new book? I really salute on you… hope that you will get every singlething aim that you will reach.. Keep in touch

  19. bang, jadi nerbitin buku dak?
    apo bis pemilu be yo…

  20. Bg , ini danang … akhirnya datang juga neh ke blog abang …
    mantab blognya ….
    banyak belajar neh dari abg bahren ini ….
    Dibagi bagi ya bg ilmu dan prakteknya kepada saya ..
    hehehhehe…

  21. Assalamu’alaykum Sir

    pa kabar neehh??

    Ni Malik ur naughty student,,, hekk,, hekk,, hekk,,,

    cepat lah balek sir

    sukses yo, oiyo jgn lupa Mampir ke My Blog en kasih komen, jgn lupo,, thx b4

    wassalam

    • Alhamdulillah Bpak baik Malik. mohon doa semoga bapak lancar dalam menempuh studi ini dan cepat balik ke IAIN untuk membangun fakultas kita dengan baik hehehehe…

      gimana studi Malik? Kerja keras dan tetap semangat. Selalu bapak ingatkan “Berbuatlah maksimal dalam keterbatasan”. Kalo pemikir besar lahir di tengah universitas besar dengan segala fasilitas yang lengkap, itu biasa. Tapi adalah luar biasa jika karya-karya besar lahir di tengah universitas/institut yang serba terbatas. Ngerti maksd bapak kan?

      Sukses selalu, amin

  22. halo bos. piye kabarmu? posisi di mana skrang? iseh inget aku ora? Masih sering latihan hwa jien?

    • insya Allah masih ingat mas dan kabar baik. saya sekarang sedang sekolah di negeri jiran Malaysia hee… Mas apa kegiatan sekarang? Pasti dah sukses to? udah punya sikembar lagi, selamat deh….

  23. Salam Bahren,

    Bagus sekali artikel2 kamu. Yang saya baca baru dua, perlu waktu lagi untuk membaca yang lain2. Blog kamu ini memberi saya inspirasi untuk berkarya (sekarang masalahnya malas…).

    Aishah (teman sekelas kamu semester lepas)

    • Salam Kak Aishah,
      Terima kasih di atas kunjungan akak ke blog saye. Ini hanyalah karya kecil saye sebagai medium untuk menulis luapan-luapan emosi kecil saye. Mohon doa suatu saat nanti saye akan melahirkan karya besar untuk umat. saya mnunggu kaya-karya akak. terima kasih

  24. assalamualaikum
    mohon tulisannya tentang teman sd yang namanya elva yanti kelahiran sago. 14 agustus 1979 kah dia lahir
    dimana bisa saya dapatkan
    terima kasih
    wasalamualaikum

    • walaikumsalam Mas Budi. Elva Yanti asal sago adlah juga kawan SD dan SMP saya. Sekarang saya dak tau pasti dia dimana. Terakhir tahun lalu saya pulang kampung dia ada di kampung bersama suaminya (Yoga). Waktu itu dia sudah punya anak satu. saya sudah tidak bertemu dia sekitar 2 tahun. itu saja informasi yang dapat saya sampaikan. terima kasih juga atas kunjungannya ke blog saya. wasslam

  25. blog yang bagus….
    hihihih,,, gak bisa komentar apa2.

  26. Bagus Bro n Banzai …,,

  27. Trima kasih atas infonya, perkenalkan saya adalah guru komputer di sma batanghari, elva teman kuliah saya dan juga cinta pertama yg tak bisa saya lupakan, andai dia sudah bahagia saya juga bahagia dan bagi saya, kisah saya dan dia akan saya simpan slamanya. sekali lagi terima kasih, semoga silaturahmi kita di dunia maya ini tetap berjalan dg baik dan lancar

  28. Assalamu’alaikum….

    selamat siang menjelang sore Pak…

    saya cuma ingin melaporkan….

    bisa di blog saya di masukkan ke dalam follow nya bapak…

    terima kasih……

  29. ki ki ki….

    ada yang tinggal

    topik (IAIN STS JAMBI TERSERANG VIRUS MEMATIKAN) di blog Bapak saya copas ke blog saya…

    habis topiknya menarik banget sich…

    mohon di urus perizinannya segera…

Tinggalkan Balasan